← Kembali ke Materi
Khutbah Jumat

Sabar akan Berbuah Indah

Dr.KH. Andri Lupias Satedy, Lc., MA · 2026-06-04

Sabar akan Berbuah Indah
Unduh PDF

KHUTBAH PERTAMA

Mukadimah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sesungguhnya hidup di dunia ini tidak pernah lepas dari ujian: kadang berupa kesempitan rezeki, kadang berupa sakit, kehilangan orang tercinta, atau beratnya istiqamah dalam ketaatan. Maka Allah memberikan kepada kita satu bekal agung, yaitu SABAR — yang apabila kita teguh di atasnya, ia pasti AKAN BERBUAH INDAH di dunia dan di akhirat.


1. Ayat Al-Qur'an dan Tafsirnya

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.' Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10)

Jamaah yang dimuliakan Allah, para ulama tafsir mu'tabar menjelaskan ayat ini sebagai berikut:

Pertama, Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur'anil 'Azhim menukil perkataan Imam Al-Auza'i bahwa pahala orang-orang yang sabar tidak ditimbang dan tidak pula ditakar, melainkan dicurahkan kepada mereka secara melimpah tanpa hitungan. Beliau juga menukil dari As-Suddi bahwa maksud "tanpa batas" itu adalah di dalam surga. Inilah buah teragung kesabaran: balasan yang tidak terhingga.

Kedua, Imam Ath-Thabari rahimahullah dalam Jami'ul Bayan menjelaskan bahwa orang-orang yang bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menanggung beratnya ujian dunia akan Allah sempurnakan pahala amal mereka tanpa hitungan dan tanpa batas — berbeda dengan amal-amal lain yang dibalas dengan kadar dan kelipatan tertentu.

Ketiga, Imam Al-Qurthubi rahimahullah dalam Al-Jami' li Ahkamil Qur'an menerangkan bahwa pada hari kiamat ditegakkan timbangan bagi para pemilik amal seperti shalat dan sedekah, adapun orang-orang yang bersabar atas ujian tidak ditegakkan timbangan bagi mereka; pahala dicurahkan kepada mereka secara melimpah tanpa hisab, sebagai kemuliaan atas kesabaran mereka.


2. Hadits Shahih

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

"Barangsiapa berusaha untuk bersabar, maka Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Dan tidaklah seseorang dianugerahi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR. Bukhari no. 1469 & Muslim no. 1053)

Dalam hadits lain beliau bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu." (HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573)

Jamaah rahimakumullah, inilah buah kesabaran yang langsung dipetik di dunia: jiwa yang dikuatkan Allah, dan dosa-dosa yang berguguran bersama setiap ujian yang dipikul dengan sabar.


3. Qoul Ulama

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata:

وَجَدْنَا خَيْرَ عَيْشِنَا بِالصَّبْرِ

"Kami mendapati kehidupan kami yang terbaik adalah dengan kesabaran." (Diriwayatkan Imam Bukhari secara mu'allaq)

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Sabar adalah salah satu simpanan berharga dari simpanan-simpanan surga; Allah tidak memberikannya kecuali kepada hamba yang mulia di sisi-Nya."

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab 'Uddatush Shabirin berkata: "Allah menjadikan sabar laksana kuda tunggangan yang tidak pernah tersungkur, pedang tajam yang tidak pernah meleset, pasukan yang tidak pernah terkalahkan, dan benteng kokoh yang tidak dapat dihancurkan."


4. Kisah Tauladan Nabi Ayyub 'alaihissalam

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Mari kita ambil pelajaran dari kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam, teladan agung dalam kesabaran yang berbuah indah.

Beliau seorang nabi yang Allah karuniai harta melimpah, anak-anak yang banyak, dan tubuh yang sehat. Lalu Allah mengujinya: hartanya habis, anak-anaknya wafat, dan tubuhnya ditimpa penyakit bertahun-tahun lamanya hingga manusia menjauhinya — hanya istrinya yang setia merawat. Selama itu, tidak sekali pun lisan beliau mengeluh; beliau hanya bermunajat dengan penuh adab:

رَبِّ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Ya Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)

Maka lihatlah bagaimana kesabaran itu berbuah:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

"Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipatgandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami." (QS. Al-Anbiya: 84)

Subhanallah! Sakitnya disembuhkan, keluarganya dikembalikan bahkan dilipatgandakan, dan namanya diabadikan Allah dengan pujian: "Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (kepada Allah)." (QS. Shad: 44). Itulah sabar yang berbuah indah — buahnya dipetik di dunia sebelum di akhirat.

5. Buah-Buah Indah Kesabaran

Jamaah rahimakumullah, jika seorang hamba teguh di atas kesabaran, Allah menjanjikan buah-buah yang indah baginya:

Buah Pertama: Kecintaan Allah. "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar" (QS. Ali 'Imran: 146). Tidak ada anugerah yang lebih agung daripada menjadi hamba yang dicintai Allah.

Buah Kedua: Kemenangan yang Besar. "Sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan" (QS. Al-Mu'minun: 111).

Buah Ketiga: Shalawat, Rahmat, dan Hidayah dari Allah. "Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. Al-Baqarah: 157).

Buah Keempat: Diangkat Menjadi Pemimpin dalam Agama. "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, karena mereka bersabar" (QS. As-Sajdah: 24).

Buah Kelima: Surga. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya (kebutaan) lalu ia bersabar, Aku akan menggantikan keduanya dengan surga." (HR. Bukhari no. 5653)

Jamaah rahimakumullah, maka apa pun ujian yang kita hadapi hari ini — sempitnya ekonomi, sakit yang tak kunjung sembuh, anak yang belum shalih, atau beratnya istiqamah — yakinlah bahwa kesabaran kita tidak akan pernah sia-sia — ia pasti akan berbuah indah pada waktu yang Allah tentukan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dari khutbah pertama dapat kita simpulkan tiga hal:

Pertama, hanya orang-orang yang bersabarlah yang Allah sempurnakan pahalanya tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10).

Kedua, sabar pasti berbuah indah: kecintaan Allah, terhapusnya dosa, shalawat dan rahmat-Nya, kepemimpinan dalam agama, kemenangan, hingga surga.

Ketiga, sabar bukan berarti diam pasrah tanpa usaha, tetapi keteguhan jiwa dalam ketaatan, ketahanan menjauhi maksiat, dan kerelaan menerima takdir sambil terus berikhtiar.

Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, curahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah kaki-kaki kami, dan tolonglah kami.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

أَقِمِ الصَّلَاةَ.