← Kembali ke Materi
Tafsir

Tafsir QS. At-Talaq: 2-3 — Takwa, Pembuka Jalan Keluar & Rezeki Tak Terduga

Dr.KH. Andri Lupias Satedy, Lc., MA · 2026-06-12

Tafsir QS. At-Talaq: 2-3 — Takwa, Pembuka Jalan Keluar & Rezeki Tak Terduga
Unduh PDF(34 KB)

Ayat Pilihan

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ۝ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ

"Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq [65]: 2-3)

Tafsir Para Ulama

1. Imam Ibnu Katsir (Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim) menjelaskan: barangsiapa bertakwa kepada Allah dalam semua yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terdetik dalam hatinya. Beliau menukil riwayat dari Ibnu Abbas bahwa makna "jalan keluar" adalah Allah menyelamatkannya dari setiap kesusahan di dunia dan akhirat.

2. Imam Ath-Thabari (Jami' Al-Bayan). Dalam tafsir beliau dinukil keterangan Ar-Rabi' bin Khaitsam tentang firman "niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar": yaitu jalan keluar dari setiap perkara yang menyempitkan dan menyusahkan manusia. Takwa menjadi sebab terurainya simpul-simpul masalah yang tampak tak ada ujungnya.

3. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman) menjelaskan bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberi balasan di dunia dan akhirat, di antaranya Allah jadikan baginya jalan keluar dari segala kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia perhitungkan dan tidak ia harapkan. Takwa adalah sebab terbesar datangnya kemudahan dan rezeki.

Hadits yang Berkaitan

Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: ia berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang petang dalam keadaan kenyang." (HR. At-Tirmidzi no. 2344, beliau berkata: hadits hasan shahih)

Poin-Poin Penting

  • Kunci pembuka jalan keluar dan rezeki tak terduga bukanlah sekadar usaha keras semata, melainkan takwa — menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

  • Ayat 2 dan 3 turun dalam konteks hukum talak dan rujuk, tapi janjinya berlaku umum: takwa dalam urusan apa pun mendatangkan kemudahan.

  • "Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" menunjukkan bahwa pintu rezeki Allah tak terbatas pada perhitungan logika manusia.

  • Tawakal yang benar bukan berarti pasrah tanpa usaha — burung pun tetap terbang mencari makan; ia berusaha lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.

  • Bagi orang bertakwa, kesempitan hidup bukan jalan buntu, melainkan ruang tempat pertolongan Allah datang dengan cara yang tak terduga.

Kisah Hikmah

Ingatlah kisah Hajar, ibunda Nabi Ismail 'alaihissalam. Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan bayinya di lembah Bakkah (Makkah) yang tandus, tanpa tumbuhan dan tanpa air. Hajar bertanya, "Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?" Ketika Ibrahim menjawab, "Ya," Hajar berkata dengan penuh tawakal, "Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami." (HR. Al-Bukhari no. 3364). Ketika bekal habis dan bayinya menangis kehausan, Hajar berlari-lari kecil tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah mencari pertolongan — sebuah ikhtiar maksimal. Dan dari arah yang sama sekali tidak ia sangka, Allah memancarkan air Zamzam dari bawah kaki bayinya, sumber air yang tak pernah kering hingga hari ini. Itulah rezeki min haitsu laa yahtasib — dari arah yang tak terbayangkan.

Refleksi

Mungkin kamu sedang menghitung-hitung: gaji segini, cicilan segitu, tabungan menipis, dan rasanya tak ada jalan. Ayat ini mengajak kita berpikir ulang: jangan-jangan yang kurang bukan rezekinya, tapi takwanya. Mulai hari ini, perbaiki satu hal yang selama ini kita tahu Allah tidak ridha — entah pemasukan yang syubhat, shalat yang bolong, atau hak orang yang tertahan. Tegakkan takwa, lalu berusahalah seperti burung yang terbang pagi hari, dan biarkan Allah yang membuka pintu dari arah yang tak pernah kamu duga.

— DR. H. Andri Lupias Satedy, Lc., MA